Menurut orang tua atau sesepuh di Gampong Lambiheu Siem bahwa sebelum di bentuk gampong. Wilayah Lambiheu Siem masih berupa hutan belantara dengan topografi yang datar. Pada Zaman dulu Gampong Lambiheu ini dikatakan Lambiheu Meunasah Taleuk dan satu lagi Lambiheu Meunasah Raya karena letak dikemukiman Lambaro Angan maka disebut Gampong Lambiheu Lambaro Angan, sedangkan Gampong Lambiheu Meunasah Taleuk Cika bakal dari Gampong Lambiheu Siem karena teletak di Kemukiman Siem dengan senderinya berubah nama menjadi Gampong Lambiheu Siem, terbagi menjadi tiga dusun. Yaitu Dusun Lampoh Soh, Dusun Tengoh dan Jeurat Meubong.
Dulu gampong ini masih dipenuhi semak belukar atau bisa disebut hutan dan jalannya masih kecil yang hanya bisa dilalui pejalan kaki, sepeda dan rumahpun masih jarang tidak seperti sekarang dan penduduknya hanya 9 KK (Kepala keluarga). Yang uniknya Gampong Lambiheu Siem pernah dipinpim oleh seorang wanita yaitu Nek Nde pada periode tahun 1875-1931 Masehi
Dalam masa berkembangnya pemerintahan Gampong Lambiheu Siem sejak era pendudukan Hindia-Belanda hingga masa pemerintahan Republik Indonesia saat ini.